Aku menatap nanar pendopo yang kini kian pudar
keriuhan sore hari dengan teriakan dan gerakan
kini tak ada lagi
lantaipun kusam kerna tak pernah terinjak kaki
lantas ku gores-goreskan jemari di pelataran
agar yang lewat melihat ada jejak kehidupan disini
agar membangunkan penghuninya dari mimpi
bahwa pendopo ini menyimpan cerita panjang
yang kini telah menjadi usang.
Kuteriakkan beberapa bait kata pada saudaraku
mari kita reruri pendopo ini yang pernah membesarkanku
membesarkanmu, membesarkan kita
dalam sebuah pergulatan yang tiada henti
tiang-tiang harus segera ditegakkan
dan berdiri dalam satu ikatan gunungan.
Ulurkan tanganmu saudaraku, bergandengan
menyatukan langkah dan arah anak panah
membidik matahati yang gelap tersembunyi di balik awan karang
dan menutup jalan ke depan.
Saudaraku, yang engkau genggam hanyalah fatamorgana
panas udara dan kehausan mengaburkan pandang kesadaranmu
usap matamu dan tatap ke depan
jalan masih luas membentang dan tujuan masih jauh dari jangkauan.
jelang tahun baru 2010
Inilah wujud kegagalan yang aku raih, kegagalan yang senantiasa akan aku ikuti dengan kegagalan berikutnya
Senin, 27 Desember 2010
MAZMUR
* catatan buat Nury Any
Sinar itu kembali meredup
saat bunga mulai kuncup
ruangkupun kuyup
saat rindu kian meletup.
Ketika semuanya jadi kabur
lembar kasihku terkubur
dalam nyanyi mazmur
jiwaku pun terhibur.
Semuanya ku biarkan mengalir
dalaam deras arus air
begitu saja bergulir
menuju akhir.
@ Mazmur : ayat yang berisi respons manusia terhadap kasih Allah dalam berbagai situasi
dini hari 26 desember 2010
Sinar itu kembali meredup
saat bunga mulai kuncup
ruangkupun kuyup
saat rindu kian meletup.
Ketika semuanya jadi kabur
lembar kasihku terkubur
dalam nyanyi mazmur
jiwaku pun terhibur.
Semuanya ku biarkan mengalir
dalaam deras arus air
begitu saja bergulir
menuju akhir.
@ Mazmur : ayat yang berisi respons manusia terhadap kasih Allah dalam berbagai situasi
dini hari 26 desember 2010
UPACARA
Dengan mengeja namaMU
aku terus menyeru
agar bangkit kesadaranku
bahwa Engkau adalah kebutuhan
dan kewajiban-kewajiban yang kita jalani
hanyalah keberaturan sebuah upacara
tanpa kita tahu makna
dan langkah kaki yang ku ayun bukanlah
serangkaian perhitungan
melainkan arah menuju alam
kelanggengan.
seusai kehadiran Kristus 2010, dini hari
aku terus menyeru
agar bangkit kesadaranku
bahwa Engkau adalah kebutuhan
dan kewajiban-kewajiban yang kita jalani
hanyalah keberaturan sebuah upacara
tanpa kita tahu makna
dan langkah kaki yang ku ayun bukanlah
serangkaian perhitungan
melainkan arah menuju alam
kelanggengan.
seusai kehadiran Kristus 2010, dini hari
DETAK
Akhirnya akupun harus berhenti berharap
kerna langkahku bakal tak sampai
tanganpun gagal menggapai
disini
dalam derap nafas tersenggal
akupun terus berjalan mengikuti air
menuju hilir
tanpa beban mimpi
menggantung di awan.
Akupun berbalik arah menuju pasrah
sumarah
menelusuri bait-bait mantra tanpa logika
ku biarkan segalanya mengelana
melewati samudro cahyo moyo-moyo
tejo sumunar
ginelar
kawedar
tan winatestan kiniblat
salebeting Rat.
Ku buka mata
semuanya tiada.
saat menunggu kehadiran Kristus 2010
kerna langkahku bakal tak sampai
tanganpun gagal menggapai
disini
dalam derap nafas tersenggal
akupun terus berjalan mengikuti air
menuju hilir
tanpa beban mimpi
menggantung di awan.
Akupun berbalik arah menuju pasrah
sumarah
menelusuri bait-bait mantra tanpa logika
ku biarkan segalanya mengelana
melewati samudro cahyo moyo-moyo
tejo sumunar
ginelar
kawedar
tan winatestan kiniblat
salebeting Rat.
Ku buka mata
semuanya tiada.
saat menunggu kehadiran Kristus 2010
Jumat, 24 Desember 2010
JALAN PULANG
Setetes luka yang mengalir
ku hirup sejuknya
di ufuk cakrawala awan berarak
mengembang kepak
smaradhana menyisir wuwungan
malam kian terbenam.
Angkup nangka nglangut nembang
menembus kesunyian mengisi kegelapan
sang pengembara tertatih-tatih
meniti jalan pulang.
Nopember 11, 2010
ku hirup sejuknya
di ufuk cakrawala awan berarak
mengembang kepak
smaradhana menyisir wuwungan
malam kian terbenam.
Angkup nangka nglangut nembang
menembus kesunyian mengisi kegelapan
sang pengembara tertatih-tatih
meniti jalan pulang.
Nopember 11, 2010
HARAP
Betapapun tangan tlah ditautkan
Ia ada di luar jangkaun
dan jarakpun kian terbentang
berbatas awan dan lautan
Aku terus berdiri menunggu angin
membawamu ke tepi
di ufuk matahari
Jakarta, des 14 dinihari 2010
PRIT GANTHIL
Ku kenang gelora tubuhmu dalam sebaris nyanyian
menggema dalam ruang waktuku
saat malam menusukkan jemarinya, engkau mendesah
seperti elusan angin di pucuk cemara
nafasmu membara
menghanyutkan nadiku mendaki puncaknya.
Wahai keheningan tak tersapa
tlah ku tanam masa depanku dalam wangi cempaka
menumpahkan kerinduan dengan genderang
menghentak segala sendi segala sepi
membasahi selimut kasihku yang robek
disana-sini.
Inikah wujud kegalauanku yang lama terpendam
bagai bendungan yang tak kuasa menampung beban
banjir bandang menghantam semua tatanan.
Ku tatap gelombang tubuhmu yang kini diam
bagai kediamanku yang tak berujung awal
bagai garis buih yang menjilat tepian memanjang
hilang di kegelapan.
Butir keringat yang menetes kemarin
masih tersisa hangatnya
akankah kita kembali mula
menyelesaikan mimpi yang sekian lama tertunda.
Ku elus gelombang tubuhmu dengan nyanyi
Prit ganthil di siang hari.
dalam hening rawa kuning, jelang desember 15, 2010
menggema dalam ruang waktuku
saat malam menusukkan jemarinya, engkau mendesah
seperti elusan angin di pucuk cemara
nafasmu membara
menghanyutkan nadiku mendaki puncaknya.
Wahai keheningan tak tersapa
tlah ku tanam masa depanku dalam wangi cempaka
menumpahkan kerinduan dengan genderang
menghentak segala sendi segala sepi
membasahi selimut kasihku yang robek
disana-sini.
Inikah wujud kegalauanku yang lama terpendam
bagai bendungan yang tak kuasa menampung beban
banjir bandang menghantam semua tatanan.
Ku tatap gelombang tubuhmu yang kini diam
bagai kediamanku yang tak berujung awal
bagai garis buih yang menjilat tepian memanjang
hilang di kegelapan.
Butir keringat yang menetes kemarin
masih tersisa hangatnya
akankah kita kembali mula
menyelesaikan mimpi yang sekian lama tertunda.
Ku elus gelombang tubuhmu dengan nyanyi
Prit ganthil di siang hari.
dalam hening rawa kuning, jelang desember 15, 2010
Rabu, 01 Desember 2010
SANG PENGABDI
hormat takzimku buat sang juru kunci : mBah Maridjan
Engkau sambut kepergian dalam luruh sujud
mencium kening bumi saat balutan bara merenggut nafasmu
engkau tetap adem mengemban titah
tanpa kesah menjunjung sembah
bagi pengabdian tanpa batas kau lewati cakrawala
dalam ngungun doa
wujud bakti kasihmu pada giri merapi siti pertiwi
menyatu dalam diri.
Selamat jalan Sang Pengabdi Sejati
kepergianmu tlah membukakan mata kami
bagaimana mengisi hidup menjadi lebih berarti.
jelang subuh 28 oktober 2010
Engkau sambut kepergian dalam luruh sujud
mencium kening bumi saat balutan bara merenggut nafasmu
engkau tetap adem mengemban titah
tanpa kesah menjunjung sembah
bagi pengabdian tanpa batas kau lewati cakrawala
dalam ngungun doa
wujud bakti kasihmu pada giri merapi siti pertiwi
menyatu dalam diri.
Selamat jalan Sang Pengabdi Sejati
kepergianmu tlah membukakan mata kami
bagaimana mengisi hidup menjadi lebih berarti.
jelang subuh 28 oktober 2010
Minggu, 14 November 2010
KEJUJURAN
catatan kecil buat sahabatku :Ind Ind Grissa
Jujur itu indah
jujur itu jalan keselamatan
memulailah segala sesuatu dengan kejujuran
tanpa kejujuran hidup kita hanya diisi dengan kepalsuan.
Jangan katakan kejujuran itu menghancurkan
yang menghancurkan itu ego kita
ego yang memuat bermacam nafsu
maka jujurlah dengan dirimu dan lihatlah
kamu akan melihat apa yang sesungguhnya terjadi.
Mari kita mencoba menengok ke dalam diri kita
apakah selama ini kita sudah jujur dengan diri kita
marilah kita melihat sesuatu tanpa prasangka
bagai mata seorang bocah yang polos dan bersahaja
maka hidup kita jadi bersih dan indah
jauh dari dendam dan kebencian.
Nopember 14, 2010
Jujur itu indah
jujur itu jalan keselamatan
memulailah segala sesuatu dengan kejujuran
tanpa kejujuran hidup kita hanya diisi dengan kepalsuan.
Jangan katakan kejujuran itu menghancurkan
yang menghancurkan itu ego kita
ego yang memuat bermacam nafsu
maka jujurlah dengan dirimu dan lihatlah
kamu akan melihat apa yang sesungguhnya terjadi.
Mari kita mencoba menengok ke dalam diri kita
apakah selama ini kita sudah jujur dengan diri kita
marilah kita melihat sesuatu tanpa prasangka
bagai mata seorang bocah yang polos dan bersahaja
maka hidup kita jadi bersih dan indah
jauh dari dendam dan kebencian.
Nopember 14, 2010
Jumat, 29 Oktober 2010
ABDI DALEM
Tubuh rentamu berselimut awan bara
berhembus dari utara membawa wangi kamboja
cempaka bunga tujuh rupa setanggi dupa
ngungun memanjat dinding cakrawala
gelombang prahara surut di peluk samudra
"Kalis ing Allah marga anteping manah
manembah ngrungkepi lemah
rah rah sunarah sadremi titah
lumampah sumringah angsal bebingah
sih Ing kawula manunggal
sih Ing Gusti kang satunggal
byar badar bumi kawedar
babaring jalmi nunggal sawiji
pangkoning Gusti pungkasaning bekti
sedaya bali Ing dalem mukti
ngrukti bumi pertiwi"
Terjaga aku dari mimpi ketika bumi
merengkuh jasadmu kembali menuju abadi
Ruh Suci.
seusai pemakaman, oktober 28 2010
berhembus dari utara membawa wangi kamboja
cempaka bunga tujuh rupa setanggi dupa
ngungun memanjat dinding cakrawala
gelombang prahara surut di peluk samudra
"Kalis ing Allah marga anteping manah
manembah ngrungkepi lemah
rah rah sunarah sadremi titah
lumampah sumringah angsal bebingah
sih Ing kawula manunggal
sih Ing Gusti kang satunggal
byar badar bumi kawedar
babaring jalmi nunggal sawiji
pangkoning Gusti pungkasaning bekti
sedaya bali Ing dalem mukti
ngrukti bumi pertiwi"
Terjaga aku dari mimpi ketika bumi
merengkuh jasadmu kembali menuju abadi
Ruh Suci.
seusai pemakaman, oktober 28 2010
Senin, 25 Oktober 2010
PERNIKAHAN
kado bagi sahabatku ; Joko Saputro & Erma Pratiwi
Mengawali hari mengarungi bahari
dalam biduk yang engkau nahkodai
arah tlah ditentukan dan engkau pembuat keputusan
janganlah sampai tertipu oleh angin buritan
pandai-pandailah engkau membacanya
kerna ia sahabat pengembang layarmu
ia juga penyesat laju langkahmu
engkaulah yang memainkan layar
ke arah mana perahu dibidikkan.
Selamat Menembuh Hidup Baru Sahabat
Oktober 25, 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Nafasku berkejaran menanti fajar kegelapan sepanjang hari membuatku sesak bilur-bilur pelangi nanar kelopak mata semalaman lembab meng...
-
PRAKATA Pada awal-mulanya, artinya ketika manusia masih utuh, belum terpecah-pecah dalam watak dan karyanya, maka fungsi seorang agamawan,...