Burung hantu yang bersuara dari hati
kian tajam merambati hari
di luar, bulan terang
menggerakkan angkup nangka diatas pusara
barangkali perjalanan akan berakhir disini
atau akan terus mengembara ke padang hingga
menemu fajar sebuah negeri
tapi surga bukanlah surga bagi Adam tanpa rusuknya
dan negeri (pun) hanyalah impian pengembara
sedang burung menemu kebebasan dalam sarangnya
lantas untuk apa pergi untuk apa mencari
kalau dalam diri tlah ada segala
surga dan neraka mengintai di baliknya
sebuah tabir
begitu jelas nampak hampa ketika dibuka
dan kita tak perlu bertanya.
januari 2, 1987
Inilah wujud kegagalan yang aku raih, kegagalan yang senantiasa akan aku ikuti dengan kegagalan berikutnya
Jumat, 18 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Nafasku berkejaran menanti fajar kegelapan sepanjang hari membuatku sesak bilur-bilur pelangi nanar kelopak mata semalaman lembab meng...
-
Kegamanganku pada mimpi malam sepi mentautkan tabir kerinduan yang lama ku tinggalkan dalam pertemuan resia bersama dibawah bentangan k...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar