Ada yang hilang dalam ruangku
setelah melewati limabelas musim kebersamaan
engkau pergi memenuhi panggilan
bagai pohon tercerabut hingga akar
meninggalkan kami dalam kesenduan
meninggalkan malam-malam berkabut
hembusan angin tlah menidurkanmu
dalam keabadian
dalam pangkuan Sang Pengasih
yang senantiasa menyayangi umatNya.
Yha putraku
perpisahan ini tlah menyatukan kami
betapa sangat berarti kamu dalam kehidupan kami
aku relakan kepergianmu menuju kedamaian
haribaan.
Selamat jalan.
selamat jalan
doaku menerangi jalanmu.
Oktober 21 tengah hari 2010
Inilah wujud kegagalan yang aku raih, kegagalan yang senantiasa akan aku ikuti dengan kegagalan berikutnya
Kamis, 21 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Nafasku berkejaran menanti fajar kegelapan sepanjang hari membuatku sesak bilur-bilur pelangi nanar kelopak mata semalaman lembab meng...
-
Kegamanganku pada mimpi malam sepi mentautkan tabir kerinduan yang lama ku tinggalkan dalam pertemuan resia bersama dibawah bentangan k...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar