KELAHIRAN
Betapa arifnya wajah Bunda yang
menanggung derita akibat sabda
ditiupkannya ke rahimmu suci dan perawan
Burung dara terbang menyibak awan
kepak lirihnya ramah menyapa
demi putraMu Bapa, ku ikut jalan surga
mengembalakan domba dengan kesabaran
bagai kau layani aku ketika pertama
ku minum secangkir anggur dan darah.
Bapa,
perkenankan aku menciptakan Yesus baru
dibawah atapMu juga
dengan suara loncengnya yang merdu mengetuk
setiap pintu yang lelap
tertidur.
Wajah Bunda,
betapa ngungun menanggung derita.
1986
Tidak ada komentar:
Posting Komentar