SEPI PERBINCANGAN
Ketika kau tidurkan aku dengan tembang
ku hapus bayang-bayang yang melekat
dalam detak Sang Waktu menapaki langit
langit kesadaran
menggores cakrawala dengan darah lewat mimpi
lewat gelisah ombak lewat kelembutan angin
lewat matahari membakar gairah: Ach.
Betapa cintanya Ia kepadaku.
Lewat kisi jendela kupandangi kepergianMu
bunga di jemari mengantarkan isyarat asing pagi hari
mengantarkan kekuyuan waktu
yang gagal ku tapaki
Aneh,
Engkau tak juga terluka menyambut belati
seulas senyumMu menebar cakrawala menjelma
mega-mega
( mimpi membutakan kesadaranku )
Ku habiskan hari tua dengan mengenangkanMu
melewati paritparit basah dengan bisik
menebar bunga di sudut kota
Engkau menciumku dekat
persimpangan.
Dalam dingin usiaku
dalam berat kangenku
betapa hangat berdiang dekat tungku.
1986
Inilah wujud kegagalan yang aku raih, kegagalan yang senantiasa akan aku ikuti dengan kegagalan berikutnya
Kamis, 15 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Nafasku berkejaran menanti fajar kegelapan sepanjang hari membuatku sesak bilur-bilur pelangi nanar kelopak mata semalaman lembab meng...
-
Kegamanganku pada mimpi malam sepi mentautkan tabir kerinduan yang lama ku tinggalkan dalam pertemuan resia bersama dibawah bentangan k...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar