Inilah wujud kegagalan yang aku raih, kegagalan yang senantiasa akan aku ikuti dengan kegagalan berikutnya
Selasa, 30 Mei 2017
Senin, 15 September 2014
Sabtu, 15 Januari 2011
MANUNGGAL
Ada sisa jejak tak terlacak
menghambat langkahku mendaki puncak
kebeningan sendang harus terjaga
dari amuk prahara dan ringkik kuda.
Ku telusuri jalan setapak lorong kegelapan
menekuni kesunyian yang panjang
riak-riak gelombang mengganggu pandang
ku harus menyusur cakrawala tepian
batas langit dan samudra bertemu dalam dada.
Dengan bersijingkat ku masuki rahimMu
agar tak terusik kediamanMu
adem ayem
tentrem
sidem premanem
tan mosik ing godan wewayang kadonyan
jagad ageng jagad alit
bekti nyawiji
kaloron manunggal
telu sinipat
kiblat papat
pancer limo
garbaning Gusti
: Aku
yho Allah
tunggal sawantah.
januari 11 saat sepi dinihari, 2011
menghambat langkahku mendaki puncak
kebeningan sendang harus terjaga
dari amuk prahara dan ringkik kuda.
Ku telusuri jalan setapak lorong kegelapan
menekuni kesunyian yang panjang
riak-riak gelombang mengganggu pandang
ku harus menyusur cakrawala tepian
batas langit dan samudra bertemu dalam dada.
Dengan bersijingkat ku masuki rahimMu
agar tak terusik kediamanMu
adem ayem
tentrem
sidem premanem
tan mosik ing godan wewayang kadonyan
jagad ageng jagad alit
bekti nyawiji
kaloron manunggal
telu sinipat
kiblat papat
pancer limo
garbaning Gusti
: Aku
yho Allah
tunggal sawantah.
januari 11 saat sepi dinihari, 2011
Minggu, 02 Januari 2011
WIJI
Ketika senja tlah memasuki gerbang kota
ku nyalakan lilin disudut-sudutnya
serangkaian ubo rampe persembahan
bagi penguasa giri yang tlah mengikat pepetri
penopang berdirinya Mataram Nagari
melewati pergulatan nyala api
yang disulut dari tangan Kudus dalam lipatan
tercipta lautan
menggelora bara dua bersaudara
membawa sambikala mambakar awan senja.
Kalinyamat yang terluka
melepas busana menggelar mega kesumatnya
digerai rambutnya yang legam membalut badan
mengalir dendam pada Jipang Penangsang
yang tlah memusnahkan bumi-trah leluhur
dalam perburuan tanpa keperwiraan
Kalinyamat yang kesumat lantang berucap
" Akan ku serahkan diri bersama abdi
kepada siapa yang mampu menuntaskan janji
Jipang Penangsang terkapar mati
jamas kesetiaan bagi garwaku
ku abdikan jiwa ragaku"
Tingkir si cerdik lantip menangkap suara lantang
awan kesumat dilepasnya lewat tangan Danang
di bentang Bengawan Sore
" wewates yuswo wus kawanti
Penangsang bakal nyungsang temahing pati
nglanggar wewaler sang aji kang sinandang
ana ing gegaman pribadi."
Di kipasnya bara yang menggelora
Penangsang terlena dalam keangkuhan kuda
turonggo mlajar nglanggar wilar pepesthi
Bengawan Sore anyekseni tumpesing guna klawan sekti
Penangsang ngglimpang ngrungkep Pertiwi
sak pinggire Bengawan Sore nglarung angkoro
kalabuh ing segoro
Laut Kidul ngemu carito.
Di lambung Merapi mengalir luka
beranak sungai tujuh sumber
tujuh tempuran
membawa kesuburan
menuju lautan.
Parang Kesumo di tepian
buih-buih berkejaran di kaki Panembahan
lampahing turonggo kabur kanginan
aluning garbo samudro nyebar gondo
wangi Giri Kumolo
lumpuh lampah ira kajiret jarit
pangkoning Ratu nyebar wiji kamukten
tanah jawi bakal dadi cikal
tuwuhing bebrayan Laut Kidul Mataram
tinulis ing Siti kapernah ing Hinggil.
pasir winukir ing pinggir
kalarung saking gunung
kalabuh ing segoro
Mataram Nagari amengku Projo.
Januari 2, 2011 dinihari
ku nyalakan lilin disudut-sudutnya
serangkaian ubo rampe persembahan
bagi penguasa giri yang tlah mengikat pepetri
penopang berdirinya Mataram Nagari
melewati pergulatan nyala api
yang disulut dari tangan Kudus dalam lipatan
tercipta lautan
menggelora bara dua bersaudara
membawa sambikala mambakar awan senja.
Kalinyamat yang terluka
melepas busana menggelar mega kesumatnya
digerai rambutnya yang legam membalut badan
mengalir dendam pada Jipang Penangsang
yang tlah memusnahkan bumi-trah leluhur
dalam perburuan tanpa keperwiraan
Kalinyamat yang kesumat lantang berucap
" Akan ku serahkan diri bersama abdi
kepada siapa yang mampu menuntaskan janji
Jipang Penangsang terkapar mati
jamas kesetiaan bagi garwaku
ku abdikan jiwa ragaku"
Tingkir si cerdik lantip menangkap suara lantang
awan kesumat dilepasnya lewat tangan Danang
di bentang Bengawan Sore
" wewates yuswo wus kawanti
Penangsang bakal nyungsang temahing pati
nglanggar wewaler sang aji kang sinandang
ana ing gegaman pribadi."
Di kipasnya bara yang menggelora
Penangsang terlena dalam keangkuhan kuda
turonggo mlajar nglanggar wilar pepesthi
Bengawan Sore anyekseni tumpesing guna klawan sekti
Penangsang ngglimpang ngrungkep Pertiwi
sak pinggire Bengawan Sore nglarung angkoro
kalabuh ing segoro
Laut Kidul ngemu carito.
Di lambung Merapi mengalir luka
beranak sungai tujuh sumber
tujuh tempuran
membawa kesuburan
menuju lautan.
Parang Kesumo di tepian
buih-buih berkejaran di kaki Panembahan
lampahing turonggo kabur kanginan
aluning garbo samudro nyebar gondo
wangi Giri Kumolo
lumpuh lampah ira kajiret jarit
pangkoning Ratu nyebar wiji kamukten
tanah jawi bakal dadi cikal
tuwuhing bebrayan Laut Kidul Mataram
tinulis ing Siti kapernah ing Hinggil.
pasir winukir ing pinggir
kalarung saking gunung
kalabuh ing segoro
Mataram Nagari amengku Projo.
Januari 2, 2011 dinihari
KOSONG
Entah berapa malam menghuni sepi
dalam kekosongan waktu
hening tak bertepi.
tan padang tan peteng
tan wewayang
Wung Wang
: Telenging samudro
Tan keno kinoyo ngopo.
Januari 1, 2011
dalam kekosongan waktu
hening tak bertepi.
tan padang tan peteng
tan wewayang
Wung Wang
: Telenging samudro
Tan keno kinoyo ngopo.
Januari 1, 2011
Sabtu, 01 Januari 2011
PURNAMA BARU
Ku tanam fajar baru di pelataranMu
saat senyum mengembang di ruangku
yang kosong menapaki waktu
menapaki wangi tubuhmu
ingin ku dekap dalam kehangatan
tungku api
kian membara saat usia
hampir sampai ujungnya.
Akankah Purnama bakal bangkit
mencium kening cakrawala.
selewat malam tahun baru 2011
saat senyum mengembang di ruangku
yang kosong menapaki waktu
menapaki wangi tubuhmu
ingin ku dekap dalam kehangatan
tungku api
kian membara saat usia
hampir sampai ujungnya.
Akankah Purnama bakal bangkit
mencium kening cakrawala.
selewat malam tahun baru 2011
Jumat, 31 Desember 2010
FAJAR BARU
Awan yang menggantung di wajahmu
berarak menuju peraduan
geraknya yang perlahan
menyingkap tabir pagi yang mencoba bangkit
dari ufuk malam
desahnya
begitu lembut seakan takut
menggoyang embun yang menggayut
di daunan
engkau tersenyum di balik kabut
mengurai kemesraan yang hampir hilang menapaki
ujung rambutmu
merambati waktu dengan menunggu sampai kapan
waktu berlalu
harapan
kesetiaan dalam kesia-siaan
merampas usia matahari yang tlah lewat
sepenggalah
bangunlah dari mimpi bahwa esok
adalah fajar baru di senja usiamu.
jelang pergantian tahun 2010 - 2011
berarak menuju peraduan
geraknya yang perlahan
menyingkap tabir pagi yang mencoba bangkit
dari ufuk malam
desahnya
begitu lembut seakan takut
menggoyang embun yang menggayut
di daunan
engkau tersenyum di balik kabut
mengurai kemesraan yang hampir hilang menapaki
ujung rambutmu
merambati waktu dengan menunggu sampai kapan
waktu berlalu
harapan
kesetiaan dalam kesia-siaan
merampas usia matahari yang tlah lewat
sepenggalah
bangunlah dari mimpi bahwa esok
adalah fajar baru di senja usiamu.
jelang pergantian tahun 2010 - 2011
Rabu, 29 Desember 2010
BULAN DI MATAMU
: sajak alit buat Hevi Anugraheni
Aku tersenyum ketika kabut kian menipis dan bulan
menebar bias di wajahmu
riak keceriaan menebar aroma bunga
semoga senantiasa terjaga lantas melahirkan kata
kata yang telah lama hilang
ditelan kemuraman bumi terkasih
menggugurkan kerindangan daun musim kemarau
dan ketika gerimis turun dari timur
engkau tengadah dan menjulurkan tangan ke angkasa
membisikkan kata bagai mantera
"Turunlah hujan yang bakal membawa badai
bagi hari-hariku yang muram tanpa gejolak.
Wahai gemuruh dalam debar, lama engkau tak berkabar
menggerus kesendirianku dalam kesepian yang panjang
bagi malamku tanpa derik angkup nangka dan desau angin
di wuwungan
ku basuh wajahku dengan gemintang agar tampil bulan
di mataku
aroma bunga rangkaian kata akan terus ku jaga
agar hati ini sanantiasa basah oleh cinta dan tidak menjebakku
dalam kecengengan buta."
Semoga gerimis itu bakal menyemaikan kembali puisi
di hatimu.
Jakarta 20 agustus 2010 seusai membaca statusmu.
Selasa, 28 Desember 2010
MATAHARI
: catatan ultah Kharisma Sari
Datanglah matahari
bagi pagiku yang datang pergi
smoga senantiasa menyinari
dalam balut kehangatan
dan sejuknya embun dini hari.
Datanglah matahari
bagi pagiku yang datang pergi
smoga senantiasa menyinari
dalam balut kehangatan
dan sejuknya embun dini hari.
Tlah lewat matahari sepenggalah
aku harus mulai berbenah bagi pagiku yang hampir ke tengah
merenda harap dan kenangan dalam satu ikatan
untuk bekal melangkah jauh ke depan.
aku harus mulai berbenah bagi pagiku yang hampir ke tengah
merenda harap dan kenangan dalam satu ikatan
untuk bekal melangkah jauh ke depan.
Aku harus memulai
melewati parit-parit basah dan genangan
kerinduan pada bunga setangkai yang tertanam
dalam rumahku yang sarat kehangatan.
Langkahku jangan sampai terhenti
saat keharuan menyelimuti ruangku
ku genggam sebagai alasan kepergiaan
mengolah harapan yang lama tergantung
di sudut ruangan.
Usiaku tlah cukup untuk berdiri
walau tertatih langkahku harus mulai
agar aku tak terlena dalam peluk kencana
yang tumbuh di halaman rumaku.
Kini kususuri jalan matahari
teriknya menghangatkan nafasku
dan keringat yang mengalir adalah
wujud hasrat yang ku ukir.
desember 28, 20101
TELENGING SAMUDRO
Ada kegelisahan mengendap
saat malam berselimut gelap
aku tak ingin berhenti berharap
kerna pagi bakal menyingkap tirai kabut
dan memekarkan kembang
dalam balutan embun yang berkilau
ditimpa sinar mentari.
Dan kegelisahan hanyalah bayangan ketakutan
gelombang laut beriak di permukaan
tenang diam di kedalaman.
Harapan yang berlebih hanya menumbuhkan kesakitan
kerna harapan adalah bayangan keindahan
menggantung di awan
melenakan kesadaran
kerna kenyataan harus diraih dengan tetes keringat
dan kesungguhan tekat mewujudkan impian
maka yang teraih adalah kenyataan
erat dalam genggaman.
Tataplah ke depan
di ujung pandang ada laut ada awan
cakrawala dan fatamorgana menipu mata
kerna hidup senantiasa harus waspada
bahwa hakekat hidup ada di kedalaman
susuhing angin ana ing telenging samudro
dimana kita harus menyelam dan menemu kesejatian
dalam kediaman pancering ratri
nunggal nyawiji
ora mosik ing kadonyan
ora mosik ing kahanan
sidem premanem manembah
sumeleh ing pasrah
tumuju ing rah
yaiku rat
kang dzat
anglimput jasad.
Yang nanmpak di permukaan melenakan
bayangan keindahan dengan berbagai imbalan menggiurkan
serangkaian upacara tanpa mengerti makna
menghafal ayat bagai menemu jimat
dan rentetan doa bagai perhitungan matematika.
saat malam berselimut gelap
aku tak ingin berhenti berharap
kerna pagi bakal menyingkap tirai kabut
dan memekarkan kembang
dalam balutan embun yang berkilau
ditimpa sinar mentari.
Dan kegelisahan hanyalah bayangan ketakutan
gelombang laut beriak di permukaan
tenang diam di kedalaman.
Harapan yang berlebih hanya menumbuhkan kesakitan
kerna harapan adalah bayangan keindahan
menggantung di awan
melenakan kesadaran
kerna kenyataan harus diraih dengan tetes keringat
dan kesungguhan tekat mewujudkan impian
maka yang teraih adalah kenyataan
erat dalam genggaman.
Tataplah ke depan
di ujung pandang ada laut ada awan
cakrawala dan fatamorgana menipu mata
kerna hidup senantiasa harus waspada
bahwa hakekat hidup ada di kedalaman
susuhing angin ana ing telenging samudro
dimana kita harus menyelam dan menemu kesejatian
dalam kediaman pancering ratri
nunggal nyawiji
ora mosik ing kadonyan
ora mosik ing kahanan
sidem premanem manembah
sumeleh ing pasrah
tumuju ing rah
yaiku rat
kang dzat
anglimput jasad.
Yang nanmpak di permukaan melenakan
bayangan keindahan dengan berbagai imbalan menggiurkan
serangkaian upacara tanpa mengerti makna
menghafal ayat bagai menemu jimat
dan rentetan doa bagai perhitungan matematika.
"Sejatining ngelmu ana ing laku
dumununge ana ing Rahsa, dudu mustaka
umuk lan bonggo kuwi sio-sio
muspro bareng katiup bayu
ora ana aji kang isa diugemi merga ngetung wiji
kang sinebar kanthi sesumbar
bebengokan kanthi pangku tangan
driji tengen ngetung tasbeh driji kiwa nggegem pamrih
alok wewadi liyan tan ndelok githok dewekan
waleh-waleh mingkem tangan nang mburi ambebagi
nutup kekurangane liyan kanthi bebrayan
tan luwih tan kurang tanpo petungan
adedasar keikhlasan tumrap liyan
kita sadremi titah sawantah
raja brana ugi nyawa amung titipan
tan perlu digegem merga wedi kelangan
tan perlu disimpen merga wedi kaliran
merga kabeh kuwi dudu milik kita kang sawektu-wektu
bakal di pundut bali
sing perlu kita lampahi
nrepke titipan amrih mbejaji tumrap liyan."
Aku tercenung di ujung malam yang hampir menguak pagi
fajar baru bagi kesadaranku
saat kegelapan hampir menerkamku.
lewat tengah malam menuju pagi 28 desember 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Nafasku berkejaran menanti fajar kegelapan sepanjang hari membuatku sesak bilur-bilur pelangi nanar kelopak mata semalaman lembab meng...
-
PRAKATA Pada awal-mulanya, artinya ketika manusia masih utuh, belum terpecah-pecah dalam watak dan karyanya, maka fungsi seorang agamawan,...
































